Welcome to my blog, hope you enjoy reading
RSS

Pages

Kamis, 14 November 2013

Biografi pahlawan masa kini



BIOGRAFI PAHLAWAN MASA KINI
                Mengapa beliau disebut pahlawan masa kini?karena beliau selalu memperjuangkan segala yang dia punya untuk tetap mempertahankan hidupnya maupun hidup keluarganya .Beliau melakukan segala cara untuk menafkahi keluarganya dalam artian melakukan hal-hal yang hanya diperbolehkan oleh ALLAH meskipun harus bersusah payah  menjalani profesinya yaitu sebagai penggali kubur,pekerjaan yang  jarang dilirik oleh orang lain karena  tidak akan mendapatkan hasil apa-apa,tapi jangan salah!justru orang-orang seperti beliau ini yang rela bekerja dengan penuh keikhlasan  tanpa mengharapkan imbalan apa-apa dari orang lain akan lebih tinggi derajatnya dihadapan ALLAH dibandingkan orang yang bekerja hanya asal-asalan dan dengan jalan yang tidak baik pula.
                Seperti yang telah dijelaskan dalam ayat AL-Quran berikut ini:

               “Mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman.Mereka akan memperoleh derajat(tinggi) disisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki(nikmat) yang mulia”.(AL-Quran surat Al-Anfall ayat 4)

                Jika makna pahlawan diartikan sebagai tokoh atau hero dengan nama besar, maka harus diakui, negeri ini sedang dilanda krisis kepahlawanan. Amat sulit menemukan tokoh yang layak dijadikan panutan, layak diteladani dan diamini tiap kata-katanya, tokoh yang mampu berpikir besar dengan langkah-langkah besar demi bangsa dan negara.
                pahlawan adalah sebutan untuk “profesi” tertentu yang memberikan banyak kontribusi untuk kepentingan orang banyak, namun para pelakunya belum mendapatkan penghargaan setimpal, bahkan nyaris dilupakan serta diabaikan.Dalam hal ini dapat dicontohkan yaitu seorang penggali kubur,meskipun beliau memberikan kontribusi kepada orang banyak  tetapi tidak pernah mendapatkan balasan yang setimpal,lebih parahnya lagi banyak orang yang mencemooh pekerjaan sebagai penggali kubur,padahal jika kita meninggal siapa yang akan mengubur kita kalau bukan penggali kubur,maka dari itu orang-orang seperti mereka ini patut untuk disebut pahlawan.Pahlawan yang hanya bisa ikhlas menerima kenyataan yang ada,menelan pil pahit kehidupan yang menyengsarakannya.
               Berikut foto yang bisa saya ambil dari beliau:




 



 Beliau merupakan orang yang gigih,bersama dengan istrinya beliau dapat membesarkan 10 anaknya(Jono,Jami,Bencung,Tukiman,Budiman,Sri,Tumiyati,Ariyani,Agus,Yuli)sampai dengan minimal lulusan SMA,ada  ke-6 anaknya yang sekarang bekerja menjadi seorang guru dan mendapatkan pangkat yang cukup tinggi dan menjanjikan,tetapi walaupun begitu beliau tetap saja menjalani profesi itu dan anak-anaknyapun memperbolehkannya.
               
“Saya akan tetap menjalankan profesi saya meskipun anak-anak saya sudah sukses”ujar beliau.
               
 BIODATA  
                Nama                       :Panijan
                Nama Istri                :Prenjak
                TTL                         :14 juli 1940
                Pekerjaan                 :Menggali kubur










               

                Suatu sikap yang patut dicontoh dari seorang bapak yang sudah berumur namun beliau tidak hanya berpangku tangan mengharapkan perhatian dari anak-anaknya.
                Sosok pahlawan masa kini bukan hanya untuk orang yang memanggul senjata saja, tetapi yang terpenting adalah dedikasi dan perjuangannya untuk negara yang tidak bisa dihitung harganya.

Sumber:Inspirasiku

Rabu, 30 Oktober 2013

Kegiatan bulan bahasa



Apa yang menyebabkan bulan Oktober ditetapkan sebagai bulan bahasa? Pasti Anda juga bisa menjawabnya. Ya, bulan Oktober ditetapkan sebagai bulan bahasa karena pada 28 Oktober 1928 para pendahulu bangsa kita mencetuskan Sumpah Pemuda dengan bahasa, bahasa Indonesia, sebagai butir ketiganya. Belakangan, bulan Oktober tidak disebut sebagai bulan bahasa saja, tapi bulan bahasa dan sastra. Ini seharusnya dilakukan sejak lama. Sebab meskipun bahan dasar sastra merupakan bahasa, kompleksitasnya kadang melampaui bahasa.
Mendadak saya tertarik untuk menulis hal ini setelah memerhatikan siswa-siswi,dua hari terakhir. Setelah pada jumat, 25 Oktober 2013 para anggota osis mengadakan seleksi untuk para siswa SMA peserta bulan bahasa(tutur cerita rakyat,puisi,dan ranking 1),sabtu 26 Oktober 2013 lalu juga diadakan seleksi peserta bulan bahas(lawak,pidato tokoh,MC).




















 Acara yang digarap oleh siswa-siswi SMA Negeri 1 Belitang ini sangat bermanfaat,dapat menggali bakat anak-anak muda zaman sekarang agar lebih kreatif dan inovatif.Meskipun diadakan pada saat pulang sekolah atau diluar jam KBM tapi siswa-siswi tetap bersemangat dan antusias untuk mengikuti acara ini,baik itu yang berkepentingan untuk mengikuti lomba ataupun hanya sekedar menjadi penyemangat teman-temannya.
Menurut saya, Bulan Bahasa itu wadah untuk mengembangkan bakat, terutama pada bidang sastra, khususnya bahasa Indonesia. Sebab, bahasa Indonesia bahasa pemersatu negara kita.
Semua peserta lomba maju dengan sangat percaya diri tanpa ada rasa malu sekalipun karena mereka membawa tanggung jawab dari kelas masing-masing untuk memenangkan lomba,meskipun ada yang rela-rela merubah dirinya menjadi seorang perempuan meskipun dia seorang laki-laki,ada juga yang rela bergerah-gerah’an berdandan layaknya seorang hantu.Wow anak –anak SMANSABEL memang top deh…….
 





            Semua acara berjalan dengan lancar sampai dengan acara puncak final,berjalan seperti yang diinginkan,finalis yang sudah terpilih maju satu persatu untuk menunjukkan kemampuan dan keahliannya masing-masing.Sampai dengan acara yang ditunggu-tunggu yaitu lawak,hahaha keren,dari mulai yang biasa sampai dengan yang luar biasa,membuat semua orang ketawa terbahak-bahak,tanpa malu mereka memperlihatkan aksi-aksi yang konyol yang hanya biasa dilakukan oleh orang-orang tertentu.SERU pokoknya.


Hasil liputan sederhana disimpulan bahwa perayaan bulan bahasa di SMA 1 Belitang berjalan dengan baik dan sempurna,tapi perayaan baik dalam hal bahasa maupun sastra dianggap perlu guna menanamkan kesadaran pentingnya meningkatkan kualitas berpikir dan menghargai bahasa sendiri.
Sesungguhnya, niat tersebut bukan niat yang buruk. Namun, tidak ada gunanya juga kalau hanya sampai sebatas niat. Fakta menunjukkan kalau kalangan muda lebih banyak mengembangkan bahasa gaul ketimbang memerhatikan bahasa yang baik. Saya tidak mengatakan bahasa yang baik dan benar karena banyak orang yang cenderung menganggap bahasa demikian sebagai bahasa resmi, padahal tidak demikian. Memang tidak terlalu salah juga bila berkomunikasi dengan bahasa gaul. Hanya saja, ketika bahasa hanya sebatas menyampaikan pesan belaka, kualitas berbahasa yang baik tidak bakal tercapai.
Bulan bahasa sebenarnya bisa dijadikan momentum untuk meningkatkan kualitas berbahasa secara baik (dan kalau bisa benar juga). Tapi jangan pula hanya sekadar pada bulan tersebut saja. Karena berbahasa merupakan proses yang harus dibiasakan. Semakin terbiasa untuk berbahasa dengan baik, semakin menolong kita untuk terus meningkatkan kualitas berbahasa.
 
Karena bulan Oktober juga tidak sekadar menjadi bulan bahasa, tapi juga sastra, kita pun sebaiknya perlu belajar untuk memberi porsi yang cukup pada bidang sastra. Masalahnya, untuk bidang ini pun kita masih ketinggalan dari negara-negara lainnya. Para siswa sekolahan perlu mengenal lebih banyak karya sastra, tidak hanya untuk melengkapi kegiatan belajar bidang studi bahasa dan sastra Indonesia saja, tetapi juga untuk menggali kekayaan moral dan intelektual yang dituangkan dalam setiap karya sastra.
Saya memang kurang menguasai bidang sastra.Namun, saya sangat bersyukur karena belakangan diingatkan bahwa membaca karya sastra, khususnya novel, itu sangat nikmat. Apalagi ketika menelusuri penuturan yang disampaikan dengan bahasa yang indah. Memang harus diakui kalau ada karya yang membingungkan.Tapi ada banyak pula yang sangat menyenangkan untuk dibaca dan tidak membuat kening berkerut plus disampaikan dengan bahasa yang indah.Sementara itu, puisi juga menghadirkan beragam nuansa yang tak kalah menarik. Sama seperti ketika mulai menikmati novel, kalau Anda tahu kenikmatannya, dijamin Anda akan menggandrungi berbagai jenis puisi, meski mungkin akan terheran-heran karena melihat puisi-puisi aneh.
Nah, para pemuda, sudah siap melangkah lebih jauh dari tidak peduli menjadi peduli? Atau dari sekadar berniat menelusuri sampai menggandrungi berbahasa yang baik dan menikmati sastra? Ingatlah, bahasa dan sastra Indonesia itu merupakan hartamu juga. Jangan sampai diklaim oleh negara lain.
Sekian dulu ya artikel dari saya,lain kali pasti akan kembali lagi dengan artikel-artikel yang lebih menarik ………..