Welcome to my blog, hope you enjoy reading
RSS

Pages

Rabu, 30 Oktober 2013

Kegiatan bulan bahasa



Apa yang menyebabkan bulan Oktober ditetapkan sebagai bulan bahasa? Pasti Anda juga bisa menjawabnya. Ya, bulan Oktober ditetapkan sebagai bulan bahasa karena pada 28 Oktober 1928 para pendahulu bangsa kita mencetuskan Sumpah Pemuda dengan bahasa, bahasa Indonesia, sebagai butir ketiganya. Belakangan, bulan Oktober tidak disebut sebagai bulan bahasa saja, tapi bulan bahasa dan sastra. Ini seharusnya dilakukan sejak lama. Sebab meskipun bahan dasar sastra merupakan bahasa, kompleksitasnya kadang melampaui bahasa.
Mendadak saya tertarik untuk menulis hal ini setelah memerhatikan siswa-siswi,dua hari terakhir. Setelah pada jumat, 25 Oktober 2013 para anggota osis mengadakan seleksi untuk para siswa SMA peserta bulan bahasa(tutur cerita rakyat,puisi,dan ranking 1),sabtu 26 Oktober 2013 lalu juga diadakan seleksi peserta bulan bahas(lawak,pidato tokoh,MC).




















 Acara yang digarap oleh siswa-siswi SMA Negeri 1 Belitang ini sangat bermanfaat,dapat menggali bakat anak-anak muda zaman sekarang agar lebih kreatif dan inovatif.Meskipun diadakan pada saat pulang sekolah atau diluar jam KBM tapi siswa-siswi tetap bersemangat dan antusias untuk mengikuti acara ini,baik itu yang berkepentingan untuk mengikuti lomba ataupun hanya sekedar menjadi penyemangat teman-temannya.
Menurut saya, Bulan Bahasa itu wadah untuk mengembangkan bakat, terutama pada bidang sastra, khususnya bahasa Indonesia. Sebab, bahasa Indonesia bahasa pemersatu negara kita.
Semua peserta lomba maju dengan sangat percaya diri tanpa ada rasa malu sekalipun karena mereka membawa tanggung jawab dari kelas masing-masing untuk memenangkan lomba,meskipun ada yang rela-rela merubah dirinya menjadi seorang perempuan meskipun dia seorang laki-laki,ada juga yang rela bergerah-gerah’an berdandan layaknya seorang hantu.Wow anak –anak SMANSABEL memang top deh…….
 





            Semua acara berjalan dengan lancar sampai dengan acara puncak final,berjalan seperti yang diinginkan,finalis yang sudah terpilih maju satu persatu untuk menunjukkan kemampuan dan keahliannya masing-masing.Sampai dengan acara yang ditunggu-tunggu yaitu lawak,hahaha keren,dari mulai yang biasa sampai dengan yang luar biasa,membuat semua orang ketawa terbahak-bahak,tanpa malu mereka memperlihatkan aksi-aksi yang konyol yang hanya biasa dilakukan oleh orang-orang tertentu.SERU pokoknya.


Hasil liputan sederhana disimpulan bahwa perayaan bulan bahasa di SMA 1 Belitang berjalan dengan baik dan sempurna,tapi perayaan baik dalam hal bahasa maupun sastra dianggap perlu guna menanamkan kesadaran pentingnya meningkatkan kualitas berpikir dan menghargai bahasa sendiri.
Sesungguhnya, niat tersebut bukan niat yang buruk. Namun, tidak ada gunanya juga kalau hanya sampai sebatas niat. Fakta menunjukkan kalau kalangan muda lebih banyak mengembangkan bahasa gaul ketimbang memerhatikan bahasa yang baik. Saya tidak mengatakan bahasa yang baik dan benar karena banyak orang yang cenderung menganggap bahasa demikian sebagai bahasa resmi, padahal tidak demikian. Memang tidak terlalu salah juga bila berkomunikasi dengan bahasa gaul. Hanya saja, ketika bahasa hanya sebatas menyampaikan pesan belaka, kualitas berbahasa yang baik tidak bakal tercapai.
Bulan bahasa sebenarnya bisa dijadikan momentum untuk meningkatkan kualitas berbahasa secara baik (dan kalau bisa benar juga). Tapi jangan pula hanya sekadar pada bulan tersebut saja. Karena berbahasa merupakan proses yang harus dibiasakan. Semakin terbiasa untuk berbahasa dengan baik, semakin menolong kita untuk terus meningkatkan kualitas berbahasa.
 
Karena bulan Oktober juga tidak sekadar menjadi bulan bahasa, tapi juga sastra, kita pun sebaiknya perlu belajar untuk memberi porsi yang cukup pada bidang sastra. Masalahnya, untuk bidang ini pun kita masih ketinggalan dari negara-negara lainnya. Para siswa sekolahan perlu mengenal lebih banyak karya sastra, tidak hanya untuk melengkapi kegiatan belajar bidang studi bahasa dan sastra Indonesia saja, tetapi juga untuk menggali kekayaan moral dan intelektual yang dituangkan dalam setiap karya sastra.
Saya memang kurang menguasai bidang sastra.Namun, saya sangat bersyukur karena belakangan diingatkan bahwa membaca karya sastra, khususnya novel, itu sangat nikmat. Apalagi ketika menelusuri penuturan yang disampaikan dengan bahasa yang indah. Memang harus diakui kalau ada karya yang membingungkan.Tapi ada banyak pula yang sangat menyenangkan untuk dibaca dan tidak membuat kening berkerut plus disampaikan dengan bahasa yang indah.Sementara itu, puisi juga menghadirkan beragam nuansa yang tak kalah menarik. Sama seperti ketika mulai menikmati novel, kalau Anda tahu kenikmatannya, dijamin Anda akan menggandrungi berbagai jenis puisi, meski mungkin akan terheran-heran karena melihat puisi-puisi aneh.
Nah, para pemuda, sudah siap melangkah lebih jauh dari tidak peduli menjadi peduli? Atau dari sekadar berniat menelusuri sampai menggandrungi berbahasa yang baik dan menikmati sastra? Ingatlah, bahasa dan sastra Indonesia itu merupakan hartamu juga. Jangan sampai diklaim oleh negara lain.
Sekian dulu ya artikel dari saya,lain kali pasti akan kembali lagi dengan artikel-artikel yang lebih menarik ………..